Sabtu, 10 November 2012

Sungai, Danau,dan Bergerak



sambil berkutat dengan KP karena senin ini insyaALLAH akan Ujian BLOK 3.2, akhirnya aku kembali lagi menulis setelah vakum karena pulang kampung, jadi mungkin agak sedikit resume kejadian yang cukup berhikmah,

ya, ketika aku sedang duduk-duduk dengan ayah ku di ruang tamu rumah, ditemani dengan kudapan gorengan yang dibuat oleh mamaku tercinta. Waktu itu, aku sedang bermain teka-teki, bercanda, dan bercerita dengan ayah dan mama ku, lalu sampailah pandangan mata ku ke dispenser di rumahku, yang galonnya bertuliskan A*****S (agak segan menyebutkan merek).Air minum ini dalam kemasan ini sangat terkenal di Jambi, kira kira hampir sama lah dengan S*S nya di Padang (bagi yang pernahtu  tinggal di jambi   dan di padang mungkin tau). 

Inti cerita sore itu tentunya bukan tentang merek-merek air minum kemasan, melainkan sumber air minum tersebut. AIR A*****S itu berasal dari sungai terpanjang di sumatra, yaitu sungai Batanghari. 

Yang menjadi diskusi ku dengan ayahku sore itu , kenapa harus sungai Batanghari?

Bagi orang jambi pasti tahu, sungai batanghari bukanlah sungai yang jernih. Tapi iya, sungai ini punya aliran yang nampak tenang, padahal deras. Lalu, sebagai perbandingan, danau Sipin, salah satu danau di dekat rumahku. Danaunya cukup luas, (jika dibandingkan dengan kolam Tepian Ratu) tapi tidak luas juga sih (kalau dibandingkan dengan Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumbar). Tapi point nya adalah, danau ini punya air yang terlihat jernih, dengan akar-akar eceng gondok nya terlihat di permukaannya (karena jernihnya) tapi, tidak mengalir. (eceng gondok aja betah tumbuh disitu :) ).

Pertanyaannya adalah, kenapa air sungai Batanghari yang di pakai untuk sumber air Minum kemasan itu, bukan air Danau Sipin atau danau yang lain yang notabene terlihat lebih jernih?

Ayahku mengatakan bahwa, Air yang lebih mengalir itu walau kelihatannya tampak tidak bersih, tapi itu jauh lebih baik dari pada air Danau yang tidak mengalir. Air mengalir, kalau pun kotor, sejatinya itu tidak bertahan  lama karena akan segera tersapu dari alirannya, Sedangkan air yang tidak mengalir itu akan menyimpan kotoran dalam dirinya dan kotoran itu tetap mengendap dan tidak mengalir kemana mana, tetap disitu saja, terakumulasi menanti untuk terganti.

Aku tercenung, saraf optikus ku kembali menatap galon itu, lalu aku berfikir, ya... terlepas dari ilmiah atau tidak apa yang di jelaskan oleh ayahku itu, aku percaya, bergerak itu memang lebih baik dari hanya berdiam diri.


bukankah untuk melanjutkan hidup kita harus bergerak. 
bukankah untuk melakukan perubahan yang lebih baik kita harus bergerak
bahkan, bukankah planet-planet harus terus bergerak agar tidak lari dari orbitnya dan terjatuh ke bintang yang menjadi pusat orbitnya?

mungkinkan perjuangan dilakukan oleh orang - orang yang berdiam diri?
bahkan untuk menjadi penghuni syurga pun kita mesti bergerak.


"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar."(QS Ali Imran :142)


semoga bisa diambil hikmahnya


Padang, 25 Dzulhijjah 1433 H 


Wisma Saniya
Mustika_jundullah




0 komentar: